Indonesiaku



indonesiaku,
betapa sakralnya namamu
betapa keramatnya namamu
betapa saktinya namamu
itu kata mereka, mbah-mbah buyutku..
tetapi sekarang
tidak ada yang melantunkan kalimat itu
mereka berani menodai nama sakralmu
dengan lancang mereka menginjak namamu yang keramat
bahkan mereka dengan bertelanjang menelanjangi kesaktian namamu


jika dulu kau selalu di puja bangsa-bangsa
kini kau dihina-hina bangsa
jika dahulu kan disebut tempat berlindung dihari tua
kini kau menjadi tempat bertarung untuk berebut kuasa

dulu dengan bambu runcing kau berani menusuk dada belanda
tetapi sekarang, pistolmu tak mampu mengganyang malaysia

tetapi,
aku masih percaya dengan kesucian namamu
dan aku masih menyembah kesaktian namamu
bahkan, aku sangat yakin engkaulah tetap bhineka tunggal ika
bukan boneka amerika.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MORFOSINTAKSIS

kenapa harus memlih pmii?

Merindukan seorang kekasih